Jejak Pikir Tan Malaka

Setelah berbulan-bulan mogok membaca,atau membaca tetapi tak pernah bisa selesai,akhirnya saya berhasil menyelesaikan satu buku berjudul Misteri Kematian Tan Malaka,土里桑Paharizal和Ismantoro Dwi Yuwono。 Beberapa hari sebelumnya sosok Tan Malaka sempat dibahas dalam acara Mata Najwa,saat menonton itu saya jadi ingat bahwa saya punya buku tentangnya yang belum sempat saya khatamkan。

达拉姆·布库·伊尼·阿格克·宾格·巴格马纳·塞班纳尼亚·丹·马拉卡·丹拉·尼莱·尼莱·扬·伊·佩卡亚伊。 Sebelum saya membaca buku ini saya hanya tahu bahwa salah satu tokoh terkenal yang beraliran marxis adalah Soekarno,dengan pertimbangan soal ia yang kerap tak mau diajak berkompromi dengan pihak asing terutama oleh kaum Kapitalis。 Tetapi buku ini semakin mengacak-acak ketidaktahuan saya mengenai perjalanan Bangsa ini。

Dijelaskan bahwa Tan adalah seorang Komunis yang menginginkan kemerdekaan 100%。 Iya 100%(Saya sampai semakin bingung bagaimana konsep merdeka 100%yang dicita-citakan Tan ini, sih? )。 Tinggalkan dulu konsep ini,walaupun ia meyakini komunisme,tapi paham yang ia yakini menurut saya hanya sebuah keterpaksaan untuk masuk ke dalam salah satu satap sayap karena tidak mungkin ia dapat bergerak meiakini kamansa。 Karena saat itu menurut saya yang paling dekat dengan cita-cita Tan adalah paham komunis,马卡苏克拉。

Mengapa saya bilang Tan sebetulnya tidak komunis-komunis amat,帕塔胡恩1921 Tan berkenalan dengan para pengurus Sarekat Islam(SI)dan kemudian menjadi pengajar untuk sekolah SI yang akan didirikan。 Di manapun Tan berada ia tak pernah lupa membawa dan membagikan kepercayaannya soal Indonesia yang harus merdeka 100%,SI saat itu tertarik dengan pemikiran-pemikiran Tan,saya duga karena Tan tidak mentah-mentahse psia duga karena Tan tidak mentahse-mentah成员bagaimana harus bersikap吉卡国行ingin默迪卡secara paripurna,加迪IA德terfokus汉雅kepada paham sehingga melupakan esensi达日perjuangan,IA berbeda dengan pemimpin哈利哈利INI,IA tidak membabi丁membela paham担pihak阳阿达二belakangnya hingga LUPA kepada tujuan回历perjuangannya 。

Bagi saya,Tan adalah seorang komunis yang bisa berkompromi,tetapi tidak oportunis。 哈尔·伊尼·迪巴克·萨恩·皮恩蓬塔坎(PKI tahun)1948年,丹·阿达拉·萨拉赫·萨图·托科·杨·桑加特·曼南堂·皮恩贝坦·塔彭·谢尔盖·普雷蒙泰·皮恩蓬塔坎·萨特就职于白宫。 Benar saja prediksi Tan,pemberontakan berakhir dengan kegagalan。

Mundur ke waktu di mana perubahan situasi politik mempunyai dinamika yang sangat cepat,yakni detik-detik sebelum kemerdekaan。 Saat itu karena kekalahan Jepang dengan pemboman kota Hirosima dan Nagasaki,terdapat dua kubu; 印度尼西亚memproklamirkannya sendiri dan angkatan tua yang berpendapat sebaiknya kemerdekaan diproklamirkan sebagai hasil pemberian Jepang。 Singkatnya saat itu angkatan mudalah yang memenangkan perdebatan(walaupun dengan insiden penculikan)。 Lalu di mana Tan saat itu? Karena Tan adalah sosok yang sang dicari Jepang,jepang menganggap Tan adalah anacaman serius,bagi Jepang dalam tujuannya menguasai indonesia,maka sebelum in Hirosima dan Nagasaki sampai saat kemerdekaan Tan masih bersembunyi。

Tan akhirnya bisa“ keluar” kembali setelah dirasa situasi cukup aman,Ia saat itu langsung menuju Soekarno dan Hatta melalui Sayuti Melik。 Saat bertemu Soekarno,gilanya si Tan,ia Mendatangi Soekarno guna untuk menguji apakah Soekarno sependapat dengan pemikirannya atau tidak。 Disinilah titik kebingungan saya dimulai,萨塔图坦·梅拉萨·巴瓦·苏卡诺,哈达·丹·贾里尔·图勒姆比克。 Hal itu bermula dari keinginan Tan琼脂Soekarno(印度尼西亚印尼苏达·默迪卡)tetap harus成员ihkan administrasi dan militernya dari tangan Jepang,Karena Tan merasa saat itu genggaman administrasi dan militer masih ada di tangan。 Tetapi Soekarno menolak。 Intinya Tan Mulai berseberangan pendapat dengan Soekarno,Hatta dan Sjahrir。 Tan Menganggap mereka bertiga terperangkap达兰jebakan permainan demokrasi borjuis-kapitalis karena membuka ruang文凭yang menurut Tan hanya membahayakan negara saat itu。 Bingung kan dengan tulisan saya? 萨玛! Saya kan sudah bilang saya jadi bingung,sebenarnya Soekarno tidak komunis nih? Tapi bingung juga apakah betul yang diklaim Tan bahwa ketiganya oportunis? 啊,玛莎, 吗?

Akhirnya,pihak asing tetap bisa mengacak-acak kita,kok,mereka berhasil dengan politik adu dombanya untuk kesekian kali。 Tan dieksekusi karena melawan rezim berkuasa saat itu,Dan sampai sekarang Tan Tan lainnya masih sering bermunculan。 ek子

Tanggerang,2017年8月5日

海尼·英德里安娜